de' bhora's blog

tell the world what you want to..

Waisak, Hari Raya yang Menyucikan Hati dan Pikiran

pada Mei 17, 2011

Belum lama ini saudara kita yang beragama Budha memperingati hari raya waisak. Mungkin banyak di antara kita, termasuk saya yang masih belum paham apakah waisak itu? Maka marilah kita sama-sama mencari tahu tentang hari raya waisak.

Peringatan Waisak yang dirayakan oleh seluruh umat Buddha di dunia didasari oleh peringatan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Sakyamuni, Guru Junjungan kita. Tiga peristiwa penting ini kemudian dikenal sebagai Hari Tri Suci Waisak yang biasanya  jatuh pada bulan Mei atau Juni pada bulan Waisaka purnama sidhi. Adapun Tri Suci Waisak adalah:

  1. Kelahiran Pangeran Sidharta Gautama di Taman Lumbini (Nepal) – 623 SM.
  2. Pangeran Sidharta mencapai penerangan sempurna (samma sambuddha) di bawah pohon bodhi, Buddhagaya – 588 SM.
  3. Sang Buddha mencapai parinibbana di antara dua pohon Sala kembar, Kusinagara (Kushinara) – 543 SM.

Apa hubungan Waisak dengan hidup kita?

Ada beberapa aspek yang bisa kita tinjau dari peringatan Waisak ini. Tiap orang akan punya pandangan yang berbeda, atau bisa jadi mirip (disini tidak dikatakan sama) mengenai Waisak ini. Salah satu hal yang cukup esensial adanya peringatan Waisak adalah kita diajak mengingat kembali kehidupan Sang Buddha. Dengan  melihat, memikir dan merenung kembali perjuangan hidup Sang Buddha, dari masa kelahiran Beliau, berjuang (berlatih) mencari obat penderitaan dan mengembangkan Dharma (berbagi) ke seluruh makhluk. Hingga mencapai realisasi sempurna, Samma Sambuddha. Kebuddhaan yang dicapai oleh Sang Buddha bukanlah  dengan proses seketika, namun Beliau telah melalui proses belajar dan berlatih menyempurnakan paramitta pada beratus kali kelahiran Beliau sebagai Bodhisatva.

Ada banyak aspek yang dapat kita ambil dari makna peringatan Tri Suci Waisak melalui uraian singkat diatas. Dalam kesempatan ini, saya mengambil salah satu aspek yakni kita harus memiliki tekad untuk mengubah diri kita lebih baik, lebih kokoh,lebih mantap. Jadi kita punya suatu tujuan yakni perubahan atau transformasi dalam diri kita menuju lebih baik, dan lebih mantap yang didasari oleh Buddha Dharma. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita butuh fondasi dari diri kita sendiri yakni suatu tekad atau komitmen. Kita sebaiknya memutuskan tekad kita untuk mencapai transformasi diri (yang hasilnya adalah kebahagiaan, berkurangnya dukkha).

Dengan bertekad, maka kita lanjutkan dengan proses belajar. Untuk merealisasikan tekad, kita harus mau belajar. Belajar Buddha Dharma. Belajar tentang realitas kehidupan, ketidakkekalan, meditasi, dana, sila, dan lainnya. Oleh karena itu, kita butuh menyediakan waktu kita untuk belajar Dharma di Vihara dengan mendengar Dharma (dan ikut kebaktian), diskusi Dharma ataupun membaca buku Dharma. Sambil proses belajar, kita juga harus berlatih, berlatih atau mempraktek Buddha Dharma yang telah kita pelajari didalam kehidupan kita . Ketika kita belajar tentang dana, setelah itu marilah kita belajar berdana.  Belajar banyak memberi, dan melatih diri untuk banyak memberi . Ketika kita belajar tentang karma, setelah itu marilah kita melatih pikiran, ucapan dan perbuatan kita agar menghasilkan karma baik, mengurangi karma buruk. Latihlah diri kita agar karma ucapan kita dengan mengurangi kata tidak berkesadaran yang membawa penderitaan orang lain maupun diri sendiri. Ketika kita belajar tentang kesabaran ,setelah itu marilah kita melatih diri, melatih bathin untuk tenang dan sabar. Tidak mudah terbawa kondisi untuk  marah atau senang yang meluap. Dan ketika kita belajar tentang meditasi, marilah kita melatih diri untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih sadar, dengan lebih penuh perhatian. Belajar menyadari apa sesungguhnya yang sedang terjadi saat ini, di dalam maupun di luar diri. Setiap bagian yang kita pelajari dapat kita terapkan dengan lebih penuh perhatian.

Ketika kita sedang belajar dan berlatih Dharma lebih mantap dan kokoh, setahap demi setahap, seiring berjalannya waktu, kita dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan Dharma kita kepada orang di sekitar kita. Kita dapat sama-sama juga mengembangkan cinta kasih, welas asih dalam diri kita. Dengan demikian, dengan berjalan waktu diiringi dengan belajar, berlatih dan berbagai Dharma, suatu kumurnian (kesucian) pikiran dan bathin akan kita temukan dalam diri kita. Kita akan akan bertemu dan bersama dengan “mereka” ( kestabilan bathin) yang  telah lama kita tinggalkan.

Selamat belajar, berlatih dan berbagi Dharma. Semoga melalui peringatan Waisak ini, semua makhluk mengalami transformasi diri menuju kebahagiaan. Sabbe satta bhavantu sukhitata.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Referensi : kmb.unit.itb.ac.id/kmb/…/TriSuciWaisak,MensucikanHati&Pikiran.doc


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: