de' bhora's blog

tell the world what you want to..

Macam – Macam Penalaran

pada Oktober 28, 2011

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Kali ini saya akan membahas mengenai dua macam penalaran, induktif dan deduktif.

Dalam metode induksi penulis harus mengumpulkan data dan fakta yang terkait untuk membuat sutu kesimpulan, sedangkan dengan metode deduktif penulis hanya perlu suatu proporsi umum atau proporsi yang mampu mengidentifikasi suatu peristiwa khusus secara berkaitan dengan proporsi umum.

A. Silogisme Kategorial

Silogisme adalah bentuk penalaran yang berusaha menghubungkan dua proporsi (premis) yang berlainan menjadi kesimpulan yang merupakan proporsi ketiga. Silogisme kategorial dibatasi sebagai suatu argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian.

A=B ; B=C maka A=C

B. Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotesis atau pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesa.

Jika P maka Q.

C. Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif biasa disebut dengan silogisme disjungtif karena proporsi mayornya merupakan sebuah proporsi alternatif (proporsi yang mengandung kemungkinan / pilihan), sebaliknya proporsi minornya adalah proporsi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.

D. Entimem

Entimem adalah penalaran deduksi secara langsung atau silogisme yang diperpendek. Setiap premis muncul satu kali dalam kesimpulan.

Contoh:

Premis mayor: Siapapun yang dipilih mengikuti olimpiade adalah murid teladan

Premis minor: Susi terpilih untuk mengikuti olimpiade

Konklusi: Susi adalah seorangt murid teladan.

Entimemnya: Susi adalah seorang murid teladan karena ia terpilih untuk mengikuti olimpiade.

E. Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena itu (khusus ke umum).

F. Hipotesis dan Teori

Hipotesis adalah suatu pernyataan yang pada waktu diungkapkan belum diketahui kebenarannya tetapi memungkinkan untuk diuji dalam kenyataan empiris. Manfaat hipotesis adalah memberi batasan dan memperkecil jangkauan penelitian, sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta, dan memfokuskan fakta yang tercerai-berai ke dalam kesatuan penting dan menyeluruh.

Teori adalah serangkaian bagian, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena. Teori juga berarto hipotesis yang telah terbukti kebenarannya.

G. Analogi

Analogi adalah perbandingan yang mencoba membuat suatu gagasan terlihat benar dengan cara membandingkannya dengan gagasan lain yang mempunyai hubungan dengan gagasan yang pertama.

Ada dua analogi, yaitu:

1.     Analogi induktif (khusus ke umum)

Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari, maka Tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.

2.    Analogi deklaratif (umum ke khusus)

Untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warganya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.

H. Hubungan Kausal

Hubungan kausal merupakan penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan sebab-akibat. Sebab ( gagasan penjelasan) merupakan hal yang menjadika timbulnya sesuatu dan akibat ( gagasan pokok) adalah sesuatu yang merupakan hasil dari suatu peristiwa

I. Induksi dalam Metode Eksposisi

Eksposisi adalah jenis pengembangan dalam penulisan paragraf yang ditulis dengan tujuan menjelaskan atau memberikan informasi dengan gaya penulisan yang singkat, padat, dan akurat

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran#Metode_induktif

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran#Metode_deduktif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: