de' bhora's blog

tell the world what you want to..

BAIK BURUKNYA IKLAN YANG TUMBUH SUBUR DI TELEVISI KITA

pada November 11, 2011

Sebuah produk tidak dapat masuk ke dalam pasar dan mencapai target penjualan tanpa adanya sosialisasi produk. Konsumen tidak akan membeli barang atau produk yang tidak diketahui kegunaannya. Oleh karena itulah sosialisasi produk sangat diperlukan oleh produsen untuk memperkenalkan produknya sehingga konsumen jelas mengetahui jenis, fungsi, bahkan kelebihan dan kekurangan produk tersebut dibandingkan dengan produk sejenis lainnya.

Salah satu media sosialisasi produk yang paling banyak digunakan oleh hampir semua produsen adalah iklan di televisi. Sebuah survey yang dilakukan oleh AGB Nielsen Media Research menghasilkan angka delapan puluh persen untuk persentase kepemilikan televise pada tingkat rukun tetangga di Indonesia*). Itulah alasan mengapa televisi menjadi sasaran utama sosialisasi produk.

Iklan di televisi sangatlah banyak jumlahya, apalagi semakin tinggi rating televisi, semakin banyak pemasangan iklan. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada pengaruh positif dan negatif dari banyaknya iklan tersebut.

Iklan di televisi jelas membantu konsumen dalam memilih produk terbaik dari sekian jenis produk sejenis yang ada di pasar. Dengan adanya iklan, konsumen dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing produk. Pengaruh positif selanjutnya adalah iklan dapat dijadikan sebagai media penyampaian pesan-pesan yang baik dari pemerintah atau lembaga lainnya, sebagai contoh adalah iklan sosialisasi ber-KB, larangan menikah muda, aturan menyikat gigi dan mencuci tangan, dan lain-lain. Selain itu iklan juga secara tidak langsung ‘memaksa’ pihak produsen untuk lebih kreatif dalam membuat iklan yang menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Iklan ternyata bisa membawa pengaruh yang negatif. Konsumerisme seolah semakin subur dengan maraknya iklan menarik yang bergantian mengisi saluran televisi. Perasaan ‘tidak ingin ketinggalan mode terbaru’ seolah dipupuk oleh iklan-iklan yang sengaja dibuat se’wah’ mungkin, apalagi dengan memanfaatkan bintang-bintang ternama yang menjadi idola banyak orang. Hal itu memanfaatkan mental masyarakat kita yang ingin seperti idolanya. Selain itu kemampuan mencerna pesan dalam sebuah iklan yang terkadang salah justru membawa dampak  buruk. Sebut saja iklan rokok yang sebenarnya ditujukan bagi kaum pria dewasa justru salah alamat ke kalangan wanita bahkan anak di bawah umur.

Mungkin ini bisa menjadi alasan dan latar belakang bagi pihak periklanan supaya semakin cerdas dalam menciptakan iklan yang tepat sasaran dan tidak berlebihan dan dari sisi masyarakat, diperlukan pemahaman yang baik dalam memilih mana yang harus diikuti atau tidak.

*)  http://emjaiz.wordpress.com/2009/10/08/beginilah-cara-pengukuran-rating-dilakukan%E2%80%A6/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: