de' bhora's blog

tell the world what you want to..

Kebutuhan Nomor Satu, Keinginan Nanti Dulu..

pada Desember 17, 2011

Kita sering mendengar kalimat yang menyebutkan bahwa manusia selalu merasa kurang dan sulit berkata cukup, bukan? Setujukah Anda dengan kalimat itu? Sulit berkata cukup artinya adalah sulit untuk menghentikan keinginan, satu hal yang terpenuhi akan disusul dengan hal lain yang minta untuk dipenuhi juga, begitu seterusnya. Apa yang terjadi jika kita menuruti semua keinginan itu?

Keinginan jelas berbeda dengan kebutuhan. Sesuai dengan namanya, keinginan adalah sesuatu yang diinginkan. Tak peduli sesuatu itu dibutuhkan atau diperlukan, yang penting saya inginkan itu. Hal ini sangat kontras dengan kebutuhan. Kebutuhan berarti sesuatu yang dibutuhkan dan sifatnya mendesak untuk segera dipenuhi.

Pemahaman akan dua hal ini sangat perlu dalam hal membuat prioritas. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan prioritas sebagai ‘yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain’. Antara kenginan dan kebutuhan sudah sangat jelas mana yang harus diprioritaskan, yaitu kebutuhan. Namun yang mungkin agak sulit adalah ketika kita dihadapkan pada beberapa kebutuhan sekaligus yang memang diperlukan. Bagaimana menentukan prioritasnya?

Dalam menentukan apa yang harus Anda penuhi terlebih dahulu, daftar atau list barang yang Anda butuhkan rasanya cukup membantu. Di dalam daftar kebutuhan tersebut Anda bisa mengurutkannya dari yang paling mendesak hingga yang paling bisa ‘bersabar’ untuk dipenuhi. Kebutuhan yang mendesak artinya harus segera dipenuhi karena tidak ada alternatif lain yang bisa menggantikannya. Jadi jika ada suatu barang yang memang Anda butuhkan namun di sisi lain masih ada alternatif lain, jangan posisikan itu sebagai prioritas utama.

Hal lain yang juga tidak boleh dilupakan adalah menabung. Suka atau tidak, sadar atau tidak, kebutuhan memang tidak ada habisnya. Namun hal itu jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak menyisihkan sebagian dari pendapatan sebagai tabungan untuk hal-hal mendesak lainnya yang tidak terduga. Bila perlu jadikan menabung sebagai kewajiban J

Jika Anda sudah dapat melakukannya pemrioritasan kebutuhan secara bijak itu berarti Anda sudah menghindari konsumsi berlebihan (konsumerisme) apalagi untuk hal-hal yang sebenarna tidak perlu. Semoga bermanfaat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: